Categories
Uncategorized

Manfaat Buah Manggis, Ini yang Sudah Terbukti

Manggis adalah buah kemerahan (atau ungu tua) dengan daging buah putih berair yang populer di Thailand. Manggis yang dikenal sebagai ratu buah-buahan ini memiliki cita rasa unik yang merupakan perpaduan rasa buah yang berbeda seperti stroberi matang, aroma persik, dan es krim vanila.

Tanaman manggis (Garcinia mangostana) kemungkinan besar berasal dari Thailand atau Myanmar. Selama bertahun-tahun, manggis telah dibudidayakan di negara Asia Tenggara lainnya seperti Vietnam, Singapura, Sri Lanka, dan India.

Manfaat Buah Manggis, Ini yang Sudah Terbukti

Warna ungu kulit manggis mengandung bahan aktif yang disebut xanthone. Senyawa ini berperan sebagai antioksidan kuat. Dalam uji laboratorium, ekstrak buah manggis sebenarnya telah menunjukkan khasiat yang menjanjikan dalam dunia kesehatan. 

Dari menghentikan pertumbuhan berbagai jenis bakteri dan jamur hingga memperlambat pertumbuhan berbagai jenis sel kanker.

Kandungan nutrisi buah manggis

196 gram manggis kalengan kering mengandung nutrisi sebagai berikut:

Kalori: 143.

Karbohidrat: 35 gram.

Serat: 3,5 gram.

Lemak: 1 gram.

Protein: 1 gram.

Sedangkan kandungan vitamin dan mineral pada buah manggis meliputi vitamin C, B9 (asam folat), B1 (tiamin), B2 (riboflavin), mangan, tembaga dan magnesium. Manggis juga memiliki kandungan antioksidan yang cukup tinggi. 

Antioksidan merupakan senyawa yang menetralkan radikal bebas yang merusak sel di dalam tubuh dan dapat mempengaruhi terjadinya berbagai jenis penyakit kronis. Selain vitamin C dan asam folat, antioksidan xanthone pada manggis dipercaya memiliki banyak manfaat. 

Misalnya sebagai anti inflamasi, anti kanker dan anti penuaan. Namun, lebih banyak penelitian diperlukan untuk mengkonfirmasi klaim ini.

Buah ini memiliki khasiat melawan kanker dan di Asia Tenggara, kulit buah, daun, dan kulit buah yang kaya pektin juga digunakan untuk tujuan pengobatan. Manfaat manggis bagi kesehatan berikut telah dilaporkan dari berbagai sumber:

Sumber antioksidan

Manggis kaya akan antioksidan dan vitamin, menurut NDTV Food. Xanthone adalah salah satu antioksidan yang banyak ditemukan di manggis. Buah manggis dikatakan mengandung setidaknya 20 jenis xanthone yang sebagian besar terdapat pada kulit manggis.

Xanthone mengurangi stres oksidatif yang disebabkan oleh radikal bebas. Dengan merusak radikal bebas, antioksidan ini melindungi tubuh dari berbagai penyakit, mulai dari flu biasa dan flu hingga risiko kanker dan gangguan jantung.

Meningkatkan Imunitas

Xanthone yang dikombinasikan dengan vitamin C yang terkandung dalam manggis memperkuat sistem kekebalan tubuh.

Sementara xanthone membantu melawan radikal bebas, vitamin C meningkatkan produksi dan fungsi leukosit, atau sel darah putih, yang berperan dalam menjaga kekebalan yang baik.

Mencegah penyakit kanker

Kulit manggis mengandung xanthones, yang menunjukkan efek melawan kanker, anti-inflamasi, dan antibakteri.

Menurut Journal of Ethnopharmacology, xanthone dalam buah manggis memiliki sifat kemopreventif yang berpotensi berkembang menjadi agen pencegah kanker atau sebagai kombinasi obat kanker.

Beberapa penelitian tabung reaksi menunjukkan bahwa xanthones dapat menghambat pertumbuhan sel kanker, termasuk di jaringan payudara, perut, dan paru-paru.

Mendukung penurunan berat badan

Dalam industri kesehatan dan kebugaran, salah satu klaim populer tentang manggis adalah bahwa manggis berpotensi membantu menurunkan berat badan.

Satu studi menemukan bahwa tikus diet tinggi lemak yang menerima dosis suplemen manggis memperoleh berat badan yang jauh lebih sedikit daripada tikus pada kelompok kontrol.

Dalam studi kecil selama 8 minggu, orang yang melengkapi diet mereka dengan 90, 180, atau 270 ml jus manggis dua kali sehari cenderung memiliki indeks massa tubuh (BMI) lebih rendah daripada kontrol.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *